Minggu, 09 Desember 2012

aku ingin berjalan hingga jauh


Aku ingin berjalan hingga jauh
            Aku ini anak rantau melayu yang terdampar di negri si malin,minangkabau.Untuk saat ini tuhan tengah memindahtugaskan aku ke negri para pedagang ini.Mekarlah dimanapun anda ditanam,tidakkah itu merupakan sebuah kalimat yang cukup menarik untuk dijadikan penasehat pribadi? Kudapatkan kalimat itu saat aku tak sengaja membaca sebuah buku,dan aku beruntung bisa menemukannya.Butuh waktu lama dan pemahaman yang mendalam hingga aku sekarang berterima kasih kepada tuhan karena telah melemparkan aku ke negri ini.Negri yang bersahaja dimana adat masih sangat dipertahankan dan agama terasa begitu kentalnya.
            Jika kau bertanya dengan siapa aku datang kesini,langsung saja kujawab bahwa aku datang kesini seorang diri dan benar-benar sendirian.tak ada keluarga atau sanak saudara,tapi aku mungkin bisa mendapatkan sesuatu yang baru dan berbeda disini pikirku,coba menghibur diri.kalau boleh aku hendak memberitahumu apa yang melatarbelakangi perkataanku yang barusan,mari kutunjukkan kau jurus yang kupakai untuk itu….
Ini dari imam syafi’I kawan…
Orang berakal dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negri orang,merantaulah.kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.berlelah-lelahlah,manisnya hidup tersa setelah lelah berjuang.aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan,singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa,anak panah jika tak tinggalkan busur takkan kena sasaran,jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam,tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang,biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang,kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan…..
            Bagaimana? Bukankah itu sesuatu yang sangat merasuk dan mencambuk? Aku tak tahu apa pendapatmu tapi bagiku inilah yang membuatku bertahan di negri asing ini.memang,sesuatu yang sudah kita kenal dan ketahui itu memberikan sensasi rasa aman dan nyaman,tapi tahukah kau sesuatu yang belum kita ketahui itu menjanjikan banyak pelajaran dan tantangan untuk mencoba berjuang.jadi jangan hanya berdiam di kandangmu,mari mencoba melihat dunia dari sisi yang lain dari biasanya.aku sudah mencobanya kawan dan aku menyukainya.
            Disini aku belajar bagaimana menguatkan diri sendiri,aku belajar menghibur diri sendiri,aku belajar memotivasi diri sendiri,aku belajar berjuang kawan,benar-benar berjuang.aku belajar banyak hal saat berjuang bersama-sama,tapi aku belajar lebih banyak hal lagi saat aku berjuang sendirian.
            Terkadang aku bersyukur hidup terpisah jauh dari orangtuaku.bukan berarti aku bahagia hidup terpisah dengan mereka.tapi ini lebih kepada bahwa aku bisa secara langsung terjun ke lapangan kehidupan yang sebenarnya.aku tahu pasti akan ada banyak air mata yang jatuh nantinya,tapi takkan kubiarkan air mata itu jatuh dengan sia-sia.diawali dengan tangisan dan sebisa mungkin harus diakhiri dengan senyuman.ini semua bukanlah sebuah masalah yang aku harus menangis karenanya.ini hanya sekedar proses pendewasaan diri dan titik balik itu harus ada,from zero to hero karena penentuan pemenang itu bukan di awal tapi di akhir.

1 komentar:

  1. Keren met.....
    :D kita sesama anak rantau (kalau de masih ada keluarga sih disini) :D

    BalasHapus