Aku ingin berjalan hingga jauh
Aku
ini anak rantau melayu yang terdampar di negri si malin,minangkabau.Untuk saat
ini tuhan tengah memindahtugaskan aku ke negri para pedagang ini.Mekarlah
dimanapun anda ditanam,tidakkah itu merupakan sebuah kalimat yang cukup menarik
untuk dijadikan penasehat pribadi? Kudapatkan kalimat itu saat aku tak sengaja
membaca sebuah buku,dan aku beruntung bisa menemukannya.Butuh waktu lama dan
pemahaman yang mendalam hingga aku sekarang berterima kasih kepada tuhan karena
telah melemparkan aku ke negri ini.Negri yang bersahaja dimana adat masih
sangat dipertahankan dan agama terasa begitu kentalnya.
Jika
kau bertanya dengan siapa aku datang kesini,langsung saja kujawab bahwa aku
datang kesini seorang diri dan benar-benar sendirian.tak ada keluarga atau
sanak saudara,tapi aku mungkin bisa mendapatkan sesuatu yang baru dan berbeda
disini pikirku,coba menghibur diri.kalau boleh aku hendak memberitahumu apa
yang melatarbelakangi perkataanku yang barusan,mari kutunjukkan kau jurus yang
kupakai untuk itu….
Ini dari imam syafi’I kawan…
Orang berakal dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.tinggalkan
negrimu dan merantaulah ke negri orang,merantaulah.kau akan dapatkan pengganti
dari kerabat dan kawan.berlelah-lelahlah,manisnya hidup tersa setelah lelah
berjuang.aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan,singa jika tak tinggalkan
sarang tak akan dapat mangsa,anak panah jika tak tinggalkan busur takkan kena
sasaran,jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam,tentu manusia
bosan padanya dan enggan memandang,biji emas bagaikan tanah biasa sebelum
digali dari tambang,kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam
hutan…..
Bagaimana? Bukankah itu sesuatu yang
sangat merasuk dan mencambuk? Aku tak tahu apa pendapatmu tapi bagiku inilah
yang membuatku bertahan di negri asing ini.memang,sesuatu yang sudah kita kenal
dan ketahui itu memberikan sensasi rasa aman dan nyaman,tapi tahukah kau
sesuatu yang belum kita ketahui itu menjanjikan banyak pelajaran dan tantangan
untuk mencoba berjuang.jadi jangan hanya berdiam di kandangmu,mari mencoba
melihat dunia dari sisi yang lain dari biasanya.aku sudah mencobanya kawan dan
aku menyukainya.
Disini
aku belajar bagaimana menguatkan diri sendiri,aku belajar menghibur diri
sendiri,aku belajar memotivasi diri sendiri,aku belajar berjuang
kawan,benar-benar berjuang.aku belajar banyak hal saat berjuang
bersama-sama,tapi aku belajar lebih banyak hal lagi saat aku berjuang
sendirian.
Terkadang
aku bersyukur hidup terpisah jauh dari orangtuaku.bukan berarti aku bahagia
hidup terpisah dengan mereka.tapi ini lebih kepada bahwa aku bisa secara
langsung terjun ke lapangan kehidupan yang sebenarnya.aku tahu pasti akan ada
banyak air mata yang jatuh nantinya,tapi takkan kubiarkan air mata itu jatuh
dengan sia-sia.diawali dengan tangisan dan sebisa mungkin harus diakhiri dengan
senyuman.ini semua bukanlah sebuah masalah yang aku harus menangis
karenanya.ini hanya sekedar proses pendewasaan diri dan titik balik itu harus
ada,from zero to hero karena
penentuan pemenang itu bukan di awal tapi di akhir.
Keren met.....
BalasHapus:D kita sesama anak rantau (kalau de masih ada keluarga sih disini) :D