Aku punya satu pertanyaan
untukmu,tak perlu kau jawab sekarang hanya coba kau pikirkan saja dulu…
DURHAKAKAH AKU KARENA TELAH
MENASEHATI IBUKU ???
Bukan sang cerdik pandai,sang bijak
bestaripun juga sudah pasti bukan.hanya seorang anak biasa yang mungkin belum
punya kendali penuh atas mulutnya sendiri,ya itulah aku.aku sang durhaka yang
telah berani menasehati ibuku sendiri.tak perlu kau minta aku untuk
menceritakannya,aku sendiri akan menceritakannya tanpa kau minta….
Pernah suatu waktu yang tak penting
jika kusebutkan kapan waktu tepatnya,mataku melihat dan telingakupun juga mendengar ibuku sedang
mengeluh tentang hidup ini.awalnya kubiarkan saja,karena memang begitulah
manusia,penuh dengan keluhan yang tiada henti,sudah pasti termasuk juga aku.lalu
setelah beberapa saat aku melakukan tindakan “membiarkan”tapi ibuku tetap saja
mengeluh,lalu aku diamkan saja.mungkin itulah salah satu caranya untuk
mengurangi beban yang telah membuatnya mengeluh,itu pikirku.dan kemudian
setelah tindakan”berpikir”tetap saja telingaku masih mendengar seseorang yang
masih mengeluh.tapi kali ini aku melakukan tindakan”memahami”,mungkin ia sudah
terlalu lelah untuk menanggungnya sendiri,lalu ia mengeluh dengan tujuan ingin
berbagi sedikit denganku,aku bisa memahami itu,jadi aku dengarkan saja
keluhannya.
Dan tahukah kau tindakan apa yang
kulakukan setelah tindakan “membiarkan”,tindakan”berpikir” dan tindakan
“memahami” dan ibuku masih saja mengeluh ? tanpa sadar diluar kendali ku,mulutku
mengatakan sesuatu.ya,kali ini mulutku yang mengambil tindakan tanpa izin
dariku.dengan bersahaja dan tanpa dosa mulutku dengan anggunnya menasehati ibu
yang mengeluh itu,dan itu ibuku sendiri.setelah puas mengatakan hal yang
menurutnya bisa membuat ibuku berhenti mengeluh,mulutku lalu diam dan tak
mengatakan apa-apa lagi.ia diam seolah tanpa dosa dan tak terjadi
apa-apa.tinggallah aku dan diriku yang baru mendapatkan kembali kendali akan
mulutku.tapi semuanya sudah terjadi,mulutku telah menasehati ibuku lalu diam
membisu begitu juga dengan ibuku….
Jadi sekarang aku bermaksud meminta
pendapatmu,sekali lagi kutanyakan DURHAKAKAH
AKU KARENA TELAH MENASEHATI IBUKU?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar