Minggu, 05 Agustus 2012

durhakakah aku menasehati ibuku?


Aku punya satu pertanyaan untukmu,tak perlu kau jawab sekarang hanya coba kau pikirkan saja dulu…
DURHAKAKAH AKU KARENA TELAH MENASEHATI IBUKU ???
          Bukan sang cerdik pandai,sang bijak bestaripun juga sudah pasti bukan.hanya seorang anak biasa yang mungkin belum punya kendali penuh atas mulutnya sendiri,ya itulah aku.aku sang durhaka yang telah berani menasehati ibuku sendiri.tak perlu kau minta aku untuk menceritakannya,aku sendiri akan menceritakannya tanpa kau minta….
          Pernah suatu waktu yang tak penting jika kusebutkan kapan waktu tepatnya,mataku melihat  dan telingakupun juga mendengar ibuku sedang mengeluh tentang hidup ini.awalnya kubiarkan saja,karena memang begitulah manusia,penuh dengan keluhan yang tiada henti,sudah pasti termasuk juga aku.lalu setelah beberapa saat aku melakukan tindakan “membiarkan”tapi ibuku tetap saja mengeluh,lalu aku diamkan saja.mungkin itulah salah satu caranya untuk mengurangi beban yang telah membuatnya mengeluh,itu pikirku.dan kemudian setelah tindakan”berpikir”tetap saja telingaku masih mendengar seseorang yang masih mengeluh.tapi kali ini aku melakukan tindakan”memahami”,mungkin ia sudah terlalu lelah untuk menanggungnya sendiri,lalu ia mengeluh dengan tujuan ingin berbagi sedikit denganku,aku bisa memahami itu,jadi aku dengarkan saja keluhannya.
          Dan tahukah kau tindakan apa yang kulakukan setelah tindakan “membiarkan”,tindakan”berpikir” dan tindakan “memahami” dan ibuku masih saja mengeluh ? tanpa sadar diluar kendali ku,mulutku mengatakan sesuatu.ya,kali ini mulutku yang mengambil tindakan tanpa izin dariku.dengan bersahaja dan tanpa dosa mulutku dengan anggunnya menasehati ibu yang mengeluh itu,dan itu ibuku sendiri.setelah puas mengatakan hal yang menurutnya bisa membuat ibuku berhenti mengeluh,mulutku lalu diam dan tak mengatakan apa-apa lagi.ia diam seolah tanpa dosa dan tak terjadi apa-apa.tinggallah aku dan diriku yang baru mendapatkan kembali kendali akan mulutku.tapi semuanya sudah terjadi,mulutku telah menasehati ibuku lalu diam membisu begitu juga dengan ibuku….
          Jadi sekarang aku bermaksud meminta pendapatmu,sekali lagi kutanyakan DURHAKAKAH AKU KARENA TELAH MENASEHATI IBUKU?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar