Minggu, 09 Desember 2012

selamat datang di negri kaya yang binasa


Aku menangis dalam mencintai negri ini
            Ini kisah sebuah negri dimana banyak menyimpan berjuta cerita luar biasa,luar biasa hebatnya bahkan luar biasa gilanya.Jika anda berbicara tentang indah,maka disinilah tempatnya.Jika anda berbicara tentang kaya,maka disini jugalah tempatnya.Lalu jika anda berbicara tentang gila dan kegilaan,maka disini jugalah anda akan menemukannya.
            Ini negri yang sangat kaya lagi indah.Tidakkah anda percaya? Jika tidak,silahkan lemparkan pandangan anda di segala penjuru negri ini,maka anda akan melihat keindahan yang indah dimana-mana.Lalu coba anda perhatikan lagi betapa alam negri ini menjanjikan hasil bumi yang berlimpah,sungguh berlimpah ruah.Sudahkah anda percaya? saya harap anda sudah mempercayainya.Jika tidak,tidak ada kewajiban saya sedikitpun untuk membuat anda sampai memepercayainya,toh setiap manusia berhak untuk percaya atau tidak terhadap sesuatu tanpa ada hal yang memaksanya.
            Kemudian mari kita bahas tentang gila dan kegilaannya.Memang begitulah sifat tuhan,ia mengatur segala sesuatu dengan sangat adil.Tuhan memberikan keindahan dan sumber daya alam yang berlimpah untuk negri ini,tapi tidak menganugrahkan manusia yang pandai untuk menjaganya.Inilah faktanya bahwa kekayaan itu lebih cenderung mendatangkan keburukan daripada kebaikan.Ia bisa melalaikan manusia yang tak mampu menyikapinya.Inilah yang terjadi pada negriku ini,negri yang walau bagaimanapun tetap harus aku cintai.
            Jadi inilah negri kebanggaanku kawan,tanah dimana darahku tumpah untuk pertama kalinya.Negri kaya tapi binasa karena ulah manusianya sendiri,negriku Indonesia .Bagaimanapun gilanya negri ini,tetaplah harus kucintai.Karena kalau bukan aku dan aku-aku yang lain dari negri ini,siapa lagi yang akan mencintai dan membela negri gila ini.Indonesiaku memang belum baik untuk saat ini,tapi disanalah seharusnya kita memainkan peran,peran untuk memperbaiki negri gila ini.Untuk sekarang biarlah ia tetap dengan kegilaannya,dan kita tetap dengan usaha kita untuk menyembuhkan kegilaannya.Ini hanyalah sebuah siklus kehidupan yang harus dilewati,tak perlulah terlalu dihayati,hanya saja silahkan dinikmati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar