Minggu, 09 Desember 2012

senyuman itu menampar keras wajahku


Senyuman itu menampar keras wajahku
Pernah suatu waktu takdir mengajakku untuk bertemu dengan seseorang,lalu ku iyakan ajakannya karena memang aku takkan pernah bisa membantahnya.ternyata takdir membawaku kepada seorang miskin,tua dan lemah yang sedang tersenyum dengan sombongnya.kuperhatikan pak tua tersebut,dan aku sadar ia tidak tersenyum untukku.kuperhatikan lagi,mencoba mencari tahu hal apa yang membuatnya tersenyum seperti itu.
karena tak kutemukan jawab,takdir  mulai berbicara kepadaku”tahukah kau kepada siapa pak tua itu tersenyum?”
“tidak”jawabku…
“Ia tersenyum pada semua kesulitan,kesempitan dan nasib buruk yang sedang bercengkrama tak mau lepas darinya”jelas sang takdir padaku.
Tentu aku tak percaya atas apa yang baru saja dikatakannya,aku berjalan menuju pak tua tersebut.biar kupastikan sendiri jawabannya.lalu aku bertanya”wahai pak tua,untuk siapakah senyum yang sedang kau pertontonkan itu?
dengan tenang dan tanpa dosa ia menjawab”untuk semua kesulitan yang selalu setia mengikutiku”
masih tak percaya,kuulangi pertanyaanku”wahai pak tua,untuk siapakah senyum yang sedang kau pertontonkan itu?
Lagi ia menjawab” untuk semua kesulitan yang selalu setia mengikutiku”
Ku coba bertanya lagi,mungkin ia kurang memahami pertanyaanku” wahai pak tua,untuk siapakah senyum yang sedang kau pertontonkan itu?
Tak ku sangka ia masih menjawab dengan jawaban yang sama” untuk semua kesulitan yang selalu setia mengikutiku”jawabnya lagi.
“Oh tuhan,Manusia macam apa ini?” pikirku tak percaya.
Setelah mendengar jawabannya untuk yang ketiga kalinya, aku pun melayangkan protes terhadapnya”wahai pak tua kau semestinya menangis seperti kebanyakan manusia,bukan tersenyum seperti ini.coba kau lihat lagi dengan siapa kau sedang bercengkrama wahai pak tua! Engkau sedang bercengkrama dengan kesulitan dan nasib buruk yang sengaja bersekongkol untuk menekanmu dari segala arah bukan dengan kemudahan yang melapangkan.
Masih dengan senyumnya ia menanggapi protes yang kulayangkan”karena aku tahu dengan siapa aku sedang berurusanlah,makanya aku tersenyum.
“tapi….belum sempat aku menunaikan kalimatku,ia sudah bicara kembali”jadi bagaimana semestinya wahai anak muda?haruskah aku menangis dan memohon kepada kesulitan itu untuk pergi dan menjauhiku?haruskah aku memberitahu dunia bahwa kesulitan selalu setia mengikutiku dan berharap mereka akan melemparkan belas kasihan padaku?haruskah aku menangis sekeras yang ku bisa agar semua orang mendengar tangisannku dan berharap akan menolongku? Haruskah aku menangis wahai anak muda?haruskah aku menangis?
Mendengar jawabannya barusan,entah mengapa mulut dan hatiku sepakat untuk diam,benar-benar diam.
Masih dalam kediamanku,ia kembali berbicara”inilah yang seharusnya aku ,kamu dan mereka lakukan wahai anak muda.inilah yang semestinya manusia lakukan saat sengaja atau tak sengaja ia berpapasan dengan kesulitan.lemparkan saja senyum tersombong yang kita punya kepada kesulitan itu,dengan sendirinya senyum itu akan menjelaskan pada sang kesulitan bahwa sang pemilik senyum tak sedikitpun takut kepadanya,bahwa sang pemilik senyum akan meladeni semua hal-hal sulit yang telah ia siapkan,bahwa sang pemilik senyum dengan berani akan menyatakan”wahai kesulitan silahkan datang kapanpun engkau mau,dan lakukanlah apa yang ingin kau lakukan terhadapku,boleh kupastikan engkaulah yang akan kelelahan mengikutiku,engkaulah yang akan bosan dan menyerah terhadapku,hingga pada akhirnya kau pergi aku akan sampai pada kata terima kasih karena telah mengajariku bagaimana caranya berjuang,bagaimana cara menguatkan diri dan bagaimana cara bersyukur pada tuhanku”.
Mendengar jawabannya pertanyaanku terjawab sudah,terjawab dengan lengkapnya.lalu aku berkata pada pak tua tersebut”ya,memang itulah yang seharusnya kita lakukan” dan pergi meninggalkan pak tua yang masih tersenyum dan aku mulai bertanya pada diriku sendiri”oh tuhan,apa yang telah kulakukan?” .

aku memang mencinta tapi tidak menggila


Aku memang mencinta tapi tidak menggila

            ‘’Suatu benda tidak akan berubah sampai ada benda lain yang memaksanya berubah’’,(begitu juga aku karenamu.)
Hukum newton
Bicara tentang cinta mencintai dulu aku memang belum menemukan dan ditemukan.tapi kini aku punya cerita lain tentang itu.kini aku benar-benar menemukan dan ditemukan dan ini adalah penemuan besar.aku menemukan dan ditemukan oleh seseorang yang pertama kali membuatku menyikapi cinta secara benar,benar-benar benar.aku mencintainya dengan caraku,caraku yang baru.tak perlulah kujelaskan secara penuh,hanya saja sekarang aku ingin menjadi lebih baik untuknya,walaupun ia tak pernah meminta akan hal itu.tapi aku merasa aku harus menjadi lebik baik untuk bersama orang yang baik.karena hanya yang baiklah yang akan mendapatkan yang baik.
Sekarang kujelaskan tentang dia.dia adalah dia dengan ke’’dia’’annya.mungkin dia akan terlihat biasa bagi anda,tapi tidak bagi saya.dia beda,benar-benar berbeda.dan yang terpenting adalah aku selalu mencium bau surga saat memalingkan wajah ke arahnya.aku merasakan kedamaian yang nyata saat bersamanya atau bahkan hanya saat mengingatnya.itulah dia,dia  yang kucintai.
Bicara tentang adam dan hawa,hawa tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri adam dan diperuntukkan untuk adam.aku yakin begitu juga dengan aku.aku adalah tulang rusukmu yang diperuntukkan hanya untukmu.tapi aku tidak akan menjadi hawa yang menyebabkan mereka terlempar dari surga.aku ingin surgalah yang meminta kita untuk memasukinya.
Untukmu yang kucintai,aku memang mencintaimu tapi tidak menggilaimu,karena memang begitulah seharusnya cinta.cinta tidak hanya mengajarkan kita tentang kasih sayang atau pengorbanan tapi juga tentang kewarasan hati dan pikiran.

selamat datang di negri kaya yang binasa


Aku menangis dalam mencintai negri ini
            Ini kisah sebuah negri dimana banyak menyimpan berjuta cerita luar biasa,luar biasa hebatnya bahkan luar biasa gilanya.Jika anda berbicara tentang indah,maka disinilah tempatnya.Jika anda berbicara tentang kaya,maka disini jugalah tempatnya.Lalu jika anda berbicara tentang gila dan kegilaan,maka disini jugalah anda akan menemukannya.
            Ini negri yang sangat kaya lagi indah.Tidakkah anda percaya? Jika tidak,silahkan lemparkan pandangan anda di segala penjuru negri ini,maka anda akan melihat keindahan yang indah dimana-mana.Lalu coba anda perhatikan lagi betapa alam negri ini menjanjikan hasil bumi yang berlimpah,sungguh berlimpah ruah.Sudahkah anda percaya? saya harap anda sudah mempercayainya.Jika tidak,tidak ada kewajiban saya sedikitpun untuk membuat anda sampai memepercayainya,toh setiap manusia berhak untuk percaya atau tidak terhadap sesuatu tanpa ada hal yang memaksanya.
            Kemudian mari kita bahas tentang gila dan kegilaannya.Memang begitulah sifat tuhan,ia mengatur segala sesuatu dengan sangat adil.Tuhan memberikan keindahan dan sumber daya alam yang berlimpah untuk negri ini,tapi tidak menganugrahkan manusia yang pandai untuk menjaganya.Inilah faktanya bahwa kekayaan itu lebih cenderung mendatangkan keburukan daripada kebaikan.Ia bisa melalaikan manusia yang tak mampu menyikapinya.Inilah yang terjadi pada negriku ini,negri yang walau bagaimanapun tetap harus aku cintai.
            Jadi inilah negri kebanggaanku kawan,tanah dimana darahku tumpah untuk pertama kalinya.Negri kaya tapi binasa karena ulah manusianya sendiri,negriku Indonesia .Bagaimanapun gilanya negri ini,tetaplah harus kucintai.Karena kalau bukan aku dan aku-aku yang lain dari negri ini,siapa lagi yang akan mencintai dan membela negri gila ini.Indonesiaku memang belum baik untuk saat ini,tapi disanalah seharusnya kita memainkan peran,peran untuk memperbaiki negri gila ini.Untuk sekarang biarlah ia tetap dengan kegilaannya,dan kita tetap dengan usaha kita untuk menyembuhkan kegilaannya.Ini hanyalah sebuah siklus kehidupan yang harus dilewati,tak perlulah terlalu dihayati,hanya saja silahkan dinikmati.

aku ingin berjalan hingga jauh


Aku ingin berjalan hingga jauh
            Aku ini anak rantau melayu yang terdampar di negri si malin,minangkabau.Untuk saat ini tuhan tengah memindahtugaskan aku ke negri para pedagang ini.Mekarlah dimanapun anda ditanam,tidakkah itu merupakan sebuah kalimat yang cukup menarik untuk dijadikan penasehat pribadi? Kudapatkan kalimat itu saat aku tak sengaja membaca sebuah buku,dan aku beruntung bisa menemukannya.Butuh waktu lama dan pemahaman yang mendalam hingga aku sekarang berterima kasih kepada tuhan karena telah melemparkan aku ke negri ini.Negri yang bersahaja dimana adat masih sangat dipertahankan dan agama terasa begitu kentalnya.
            Jika kau bertanya dengan siapa aku datang kesini,langsung saja kujawab bahwa aku datang kesini seorang diri dan benar-benar sendirian.tak ada keluarga atau sanak saudara,tapi aku mungkin bisa mendapatkan sesuatu yang baru dan berbeda disini pikirku,coba menghibur diri.kalau boleh aku hendak memberitahumu apa yang melatarbelakangi perkataanku yang barusan,mari kutunjukkan kau jurus yang kupakai untuk itu….
Ini dari imam syafi’I kawan…
Orang berakal dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negri orang,merantaulah.kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.berlelah-lelahlah,manisnya hidup tersa setelah lelah berjuang.aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan,singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa,anak panah jika tak tinggalkan busur takkan kena sasaran,jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam,tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang,biji emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang,kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan…..
            Bagaimana? Bukankah itu sesuatu yang sangat merasuk dan mencambuk? Aku tak tahu apa pendapatmu tapi bagiku inilah yang membuatku bertahan di negri asing ini.memang,sesuatu yang sudah kita kenal dan ketahui itu memberikan sensasi rasa aman dan nyaman,tapi tahukah kau sesuatu yang belum kita ketahui itu menjanjikan banyak pelajaran dan tantangan untuk mencoba berjuang.jadi jangan hanya berdiam di kandangmu,mari mencoba melihat dunia dari sisi yang lain dari biasanya.aku sudah mencobanya kawan dan aku menyukainya.
            Disini aku belajar bagaimana menguatkan diri sendiri,aku belajar menghibur diri sendiri,aku belajar memotivasi diri sendiri,aku belajar berjuang kawan,benar-benar berjuang.aku belajar banyak hal saat berjuang bersama-sama,tapi aku belajar lebih banyak hal lagi saat aku berjuang sendirian.
            Terkadang aku bersyukur hidup terpisah jauh dari orangtuaku.bukan berarti aku bahagia hidup terpisah dengan mereka.tapi ini lebih kepada bahwa aku bisa secara langsung terjun ke lapangan kehidupan yang sebenarnya.aku tahu pasti akan ada banyak air mata yang jatuh nantinya,tapi takkan kubiarkan air mata itu jatuh dengan sia-sia.diawali dengan tangisan dan sebisa mungkin harus diakhiri dengan senyuman.ini semua bukanlah sebuah masalah yang aku harus menangis karenanya.ini hanya sekedar proses pendewasaan diri dan titik balik itu harus ada,from zero to hero karena penentuan pemenang itu bukan di awal tapi di akhir.