Minggu, 05 Agustus 2012


SALAHKAH AKU JIKA MENGHARAPKAN KEMATIAN SESEORANG
Ini aku sang manusia,silahkan kau anggap aku gila atas kalimat yang kususun di atas tapi memang begitulah adanya.memang itulah yang benar-benar kuharapkan,kematian seseorang.kau ingin tahu mengapa? Dia,dialah orang yang menyebabkan kesedihan atas orangtuaku,dan itu masuk dalam kategori SELALU.ku lihat ibuku menangis karenanya,dan ayahku walau tak pernah kulihat ia menangis,tapi ku yakin ia pun ikut menangis dalam diamnya.setelah apa yang kukatakan barusan,apa pendapatmu? Masih salahkah aku atas harapanku ini? Tak usahlah kau utarakan pendapatmu,toh apapun pendapatmu aku akan tetap memelihara harapanku ini,terserah.
Tahukah kau jika seseorang yang melakukan kesalahan itu memang pantas dianugrahi dosa? Tapi jugakah engkau tahu bahwa seseorang yang membuat seseorang itu melakukan dosa lebih pantas untuk itu? Coba pikir lagi !
Aku tahu sebenarnya aku salah atas apa yang kuharapkan,tapi bukan aku yang menginginkan itu,sedikitpun bukan aku.dia sendirilah yang mengajariku untuk membencinya,dia sendiri jugalah yang membuatku mengharapkan kematiannya.sedangkan aku dengan status keMANUSIAanku hanya melakukan apa yang diinginkannya.aku hanya melakukan hal apa yang dinginkannya.
Kalau masalah tujuan mengapa aku mengharapkan kematiannya,sederhana saja,supaya ia tak bisa membuat kesedihan atas orangtuaku lagi,supaya orangtuaku tak mengeluarkan air matanya lagi,itu saja.
Ku beri tahu sedikit tentang status keMANUSIAanku,aku adalah manusia yang punya sisi baik dan buruk.aku bisa memilih ke bagian mana aku berpihak,begitu juga dengan kau,kau juga bisa memilihkan aku untuk ke arah mana aku membawa diriku.jadi jangan salahkan aku….

I CAN BE EVERYTHING THAT I WANT TO BE OR YOU WANT ME TO BE….

durhakakah aku menasehati ibuku?


Aku punya satu pertanyaan untukmu,tak perlu kau jawab sekarang hanya coba kau pikirkan saja dulu…
DURHAKAKAH AKU KARENA TELAH MENASEHATI IBUKU ???
          Bukan sang cerdik pandai,sang bijak bestaripun juga sudah pasti bukan.hanya seorang anak biasa yang mungkin belum punya kendali penuh atas mulutnya sendiri,ya itulah aku.aku sang durhaka yang telah berani menasehati ibuku sendiri.tak perlu kau minta aku untuk menceritakannya,aku sendiri akan menceritakannya tanpa kau minta….
          Pernah suatu waktu yang tak penting jika kusebutkan kapan waktu tepatnya,mataku melihat  dan telingakupun juga mendengar ibuku sedang mengeluh tentang hidup ini.awalnya kubiarkan saja,karena memang begitulah manusia,penuh dengan keluhan yang tiada henti,sudah pasti termasuk juga aku.lalu setelah beberapa saat aku melakukan tindakan “membiarkan”tapi ibuku tetap saja mengeluh,lalu aku diamkan saja.mungkin itulah salah satu caranya untuk mengurangi beban yang telah membuatnya mengeluh,itu pikirku.dan kemudian setelah tindakan”berpikir”tetap saja telingaku masih mendengar seseorang yang masih mengeluh.tapi kali ini aku melakukan tindakan”memahami”,mungkin ia sudah terlalu lelah untuk menanggungnya sendiri,lalu ia mengeluh dengan tujuan ingin berbagi sedikit denganku,aku bisa memahami itu,jadi aku dengarkan saja keluhannya.
          Dan tahukah kau tindakan apa yang kulakukan setelah tindakan “membiarkan”,tindakan”berpikir” dan tindakan “memahami” dan ibuku masih saja mengeluh ? tanpa sadar diluar kendali ku,mulutku mengatakan sesuatu.ya,kali ini mulutku yang mengambil tindakan tanpa izin dariku.dengan bersahaja dan tanpa dosa mulutku dengan anggunnya menasehati ibu yang mengeluh itu,dan itu ibuku sendiri.setelah puas mengatakan hal yang menurutnya bisa membuat ibuku berhenti mengeluh,mulutku lalu diam dan tak mengatakan apa-apa lagi.ia diam seolah tanpa dosa dan tak terjadi apa-apa.tinggallah aku dan diriku yang baru mendapatkan kembali kendali akan mulutku.tapi semuanya sudah terjadi,mulutku telah menasehati ibuku lalu diam membisu begitu juga dengan ibuku….
          Jadi sekarang aku bermaksud meminta pendapatmu,sekali lagi kutanyakan DURHAKAKAH AKU KARENA TELAH MENASEHATI IBUKU?